Semasa hidup mu kamu curah kan untuk memebesarkan anank-anak mu,kadang engkau menangis sebunyi-sembunyi,dan ketawa di saat kamu di halayak rami,untuk menutup-nutupi ke kurangan yang ada pada dirimu.Sungguh mulia hati seorang ibu,Nasehat sehat mu yang begitu sederhana memuat hidup ini menjadi bermakna.Nasehat yang paling aku ingat ialah:jangan sekli-kali kamu memilih-milih pekerjaan.Baek itu pekerjaan wanita atau pria,Pesan yang sederhana. Saking sederhananya, sampai-sampai saat itu aku hanya manggut-manggut tanpa bisa menangkap maksud dari pesan itu.Ternyata, ketika aku mulai beranjak masa remaja, inti pesan itu menjadi semakin tampak nyata.Bukti nya sekarang aku merantau klo memelih-milih kerja mugkin aku ga bisa bertaha sampai saat ini.
Tapi sayang sekarang Engaku sudah tiada lagi,Rasa rindu ingin bertemu dengan mu mungkin hanyalah hayalan semat.Kini kujalani hidup ini Tanpa Belaian dan Restu dari darimu.Sedih,pilu yang kurasaka sersa tidak biosa di bendung lagi,Apa aku salah...?Karna tidak meng ihklaskan kepergian mu ke sisi allah.Inang Maaf kan anak mu yang kurang bebakti ini.terimakasi atas semua nya,Tanpa kamu aku tiada tanpa restumu aku bukan siapa-siap.
Muksin harahap
Minggu, 28 Desember 2008
Langganan:
Postingan (Atom)